apakah asma keturunan bisa disembuhkan dengan tuntas

Posted on

Adakalanya anak kecil yang dulu mengalami gejala asma tampaknya kini tidak pernah kambuh lagi. Namun ternyata apa yang dialami olehnya bukanlah asma, melainkan gangguan kesehatan sementara pada fungsi paru-paru yang gejalanya menyerupai asma. Sekarang pertanyaannya, apakah seorang anak yang benar-benar menderita asma bisa sembuh total?

Kebanyakan anak-anak berusia di atas 5 atau 6 tahun yang mengalami gejala asma, semisal bengek dan sesak napas, dianggap sudah menderita asma dan mereka mungkin akan memilikinya seumur hidup. Namun bagi setengah dari mereka, gejala asma seolah hilang selama masa remaja.

Meski belum jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi, tapi ada kemungkinan alergen yang dulunya dapat memicu kekambuhan kini tidak lagi memicu. Yang jelas, anak tersebut masih memiliki asma walaupun gejalanya tidak kambuh kembali.
Ketika Gejala Asma Seolah Menghilang

Apabila seorang anak tampaknya terbebas dari gejala selama suatu jangka waktu yang panjang, hal ini disebut remisi asma. Masa remisi ini biasanya ditandai dengan:

    Bebas dari gejala batuk, bengek, sesak dada atau napas lebih lama dari biasanya.
    Aktif secara fisik namun tanpa kekambuhan dan tidak membutuhkan obat-obatan.
    Terkena flu biasa atau pemicu alergi tapi tidak timbul tanda-tanda asma.
    Dosis atau kebutuhan akan obat untuk meredakan gejala asma menjadi berkurang.

Meski kelihatannya sudah sembuh, tetap ada kemungkinan gejala asma timbul kembali. Kadang kala ini kembali muncul di usia dewasa, dan dapat dipicu oleh pemicu yang berbeda dari sebelumnya di masa kecil. Sekitar setengah jumlah anak-anak pengidap asma yang memasuki masa remisi mengalami kembali gejala asma ketika mencapai usia 30 atau 40-an.

Adakalanya penderita asma tidak pernah memasuki masa remisi. Anak Anda cenderung mengalami kekambuhan di sepanjang hidupnya, jika ia memiliki faktor-faktor di bawah ini:

    Salah satu atau kedua orang tua yang juga penderita asma
    Terkena eksim
    Sensitif terhadap alergen di udara (serbuk sari, rumput, gulma, kapang, atau tungau debu)
    Alergi terhadap makanan (susu, telur, atau kacang)
    Sering bersin padahal tidak sedang pilek atau flu.
    Kelebihan jumlah salah satu jenis sel darah putih.

Kendalikan Kekambuhan Asma Anda!

“Sayangnya kita tidak bisa mengubah proses alami asma, tetapi kita bisa mengendalikannya dengan sangat baik”, inilah yang dikatakan oleh Joyce C. Rabbat, seorang asisten profesor di Loyola University Medical Center’s Division of Allergy and Immunology.

Bantulah anak Anda dengan membuat perencanaan yang baik bersama dokter dan pengobatan yang tepat. Ini bisa dimulai dengan menghindari berbagai pemicu asma dengan mengikuti saran di artikel ini. Walaupan asma tidak bisa sembuh total, anak Anda tetap bisa menikmati hidup yang memuaskan tanpa harus khawatir gejala asmanya semakin parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *