Berbagai Penyakit Berbahaya Akibat Tubuh Kurang Serat

Sehatnya.com – Bahaya Akibat Kurang Serat – Serat merupakan salah satu kelompok nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan proses metabolisme, akibat kurang serat sangat banyak bahaya nya mulai dari obesitas, kolestrol, hipertensi dan menyebabkan berbagai penyakit berbahaya lainnya.

Akibat Kurang Serat yang paling sering terjadi adalah masalah kegemukan, di negara negara maju masalah kegemukan menjadi masalah yang sering terjadi. Padahal dengan kebutuhan serat yang tercukupi tubuh tidak akan mudah lapar karena serat yang cukup dalam tubuh akan mampu memberikan perasaan kenyang sehingga mengurangu nafsu untuk makan.

Berikut Kami Kelompokkan Bahaya Penyakit Akibat Kurang Serat:

1. Wasir
Wasir adalah kondisi dimana saluran anus dalam kondisi membengkak atau meradangnya hemorrhoid yang membuat susah buang air besar, buang air besar berdarah dan rasa nyeri yang tak tertahankan pada bagian anus.

Wasir dapat dicegah dan diatasi dengan kebutuhan serat yang cukup seperti rajin konsumsi pisang, pepaya, dan apel yang dikenal sebagai buah buahan yang memiliki serat tinggi.

2. Kanker Usus Besar
Bahaya akibat kurang serat yang kedua adalah resiko kanker usus besar yang disebabkan karena tubuh kurangnya asupan serat sehingga memicu terjadinya kanker pada usus besar. Untuk mencegah kanker pada usus besar maka kita bisa membiasakan diri dengan makan makanan yang berserat tinggi seperti sayur dan buah buahan.

3. Obesitas
Obesitas atau kegemukan kini menjadi masalah yang cukup serius di era modern saat ini, banyak sekali pemicu yang menyebabkan obesitas seperti makanan cepat saji. pola hidup tidak sehat dan tubuh kurang serat.

Dengan kebutuhan serat yang cukup dalam tubuh maka akan mampu mencegah terjadinya obesitas, karena serat selain mampu mengontrol lemak dalam tubuh juga mampu memberikan sensasi kenyang dalam waktu yang lama, sehingga mengurangi kebiasaan ngemil dan makan.

Baca Juga: Cara Diet Sehat Alami Dalam Waktu Singkat

4. Jantung
Serangan Jantung merupakan pembunuh nomor satu yang paling ditakuti di era modern saat ini. Memang kekurangan serat tidak memberikan efek secara langsung terhadap jantung namun lama kelamaan akibat kurang serat tubuh akan menjadi gemuk, kolestrol dalam darah akan meningkat sehingga menyebabkan plak dalam pembuluh darah.

Jika pembuluh darah menuju jantung sudah dipenuhi plak yang menyebabkan sirkulasi darah tidak lancar maka bisa dibilang anda hanya menunggu waktu saja sebelum GAME OVER.

5. Darah Tinggi
Salah satu akibat kurang serat yang tak kalah berbahaya adalah Darah Tinggi, darah tinggi memiliki reputasi yang tak kalah heroik nya seperti jantung, yang mampu membunuh secara tiba tiba. Darah tinggi juga memiliki kemampuan yang spesial untuk membunuh anda yaitu jika darah tinggi mulai naik akan memicu stroke, setelah stroke anda hanya memiliki kesempatan 50:50 untuk sembuh itupun jika dilakukan dengan niat yang kuat untuk sembuh.

Darah tinggi menyebabkan Stroke, Stroke Menyebabkan Serangan Jantung, Serangan Jantung = Kematian.

Penelitian membuktikan orang yang memiliki kebiasaan vegetarian akan memiliki tekanan darah yang lebih rendah dibanding mereka yang bukan. Untuk memenuhi kebutuhan serat anda tidak perlu menjadi vegetarian murni, anda hanya diminta untuk menyediakan kebutuhan akan sayur dan buah di setiap meja makan anda.

Nah sudah membaca bukan akibat kurang serat yang bisa terjadi pada kita, masih meremehkan bahaya akibat kurang serat ? sebenarnya yang kami ulas diatas hanya garis besar nya saja sebenarnya masih banyak penyakit yang ditimbulkan akibat tubuh kurang serat seperti kencing manis, batu empedu, hiatal hernia, divertikulosis dan lain lain.

Saya rasa cukup demikian ulasan mengenai Berbagai Penyakit Berbahaya Akibat Tubuh Kurang Serat semoga saja bermanfaat bagi pembaca semua.

terkait dengan :

  • akibat kurang serat
  • kegemukan akibat kurang serat
  • kurang serat
  • Akibat kekurangan serat
  • akibat dari kurang serat
Berbagai Penyakit Berbahaya Akibat Tubuh Kurang Serat | sehatnya | 4.5

Leave a Reply